Wednesday, October 9, 2013

APLIKASI BILANGAN BINER

Post : 9 Oktober 2012


APLIKASI BILANGAN BINER

Bilangan biner dikenal berbagai istilah, antara lain disebut bilangan biner, angka biner atau digit biner (binary digit0 yang bisanya disingkat bit. Istilah biner digunakan merujuk pada ke sesuatu yang berjumalh dua, dua bagian, atau serba dua. Kata biner berasal dari bahasa inggris yang bermakna berpasangan. Dalam matematika dan komputer, bialnagn biner menggunakan numerik 0 (nol) dan 1 (satu). Bilangan biner dijadikan sebagai dasar dadri semua sistem bilangan digital. Istilah biner digunakan dalam berbagai alat – alat berbasis elektronik. Sistem ini diimplementasikan langsung dalam sirkuit elektronik digitan menggunakan gerbang logika.

Sebagai contoh, sistem biner dijadikan sebagai dasar untuk mempresentasikan berbagai karakter ASCII, Unicode, dan varian – varian lainya yang sekarang ini digunakan luas pada berbagai sistem komputer dan jaringan. Satuan – satuan kapasitas yang digunakan pada komputer, seperti byte, oktet dan word juga berbasis pada sistem biner. Oleh karena itu, sistem biner merupakan salah satu pengetahuan dasar yang harus dikuasai agar tahu seluk beluk komputer, termasuk perancangan sistem / unit komputer dan jaringan, serta troublesoutingnya.


1. Sistem bilangan biner

Sistem bilangan biner adalah sebuah sistem penulisan angka dengan menggunakan dua simbol, yaitu 0 dan 1. Sistem bialnagn biner ini disebut juga dengan sistem bilanagn berbasis dua. Sementara itu, pada sistem bilangan desimal dikenal terdapat sepuluh smbol angka, yaitu 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, Bilangan ini sering digunakan dalam kehidupan sehari – hari. Urutan penulisanya adlah sebagai berikut:



Untuk bilanagn biner, penulisan urutan angkanya , analogis dengan cara penulisan urutan bilangan desimal (meniru urutan bilangan desimal), namun hanya digunakan simbol bilangan 0 dan 1. Sehingga penulisan urutan bilanagn biner dapat dilakukan sebagai berikut:

Nilai bilangan biner 10001 sama dengan 17 pada bilanagn desimal, sedangkan nilai biner 11001 sama dengan 25 pada bilangan desimal. Berikut ini disajikan daftar kesetaraan antara nilai bilangan desimal dengan bilangan biner.

Nilai bilangan biner 10001 sama dengan 17 pada bilanagn desimal, sedangkan nilai biner 11001 sama dengan 25 pada bilangan desimal. Berikut ini disajikan daftar kesetaraan antara nilai bilangan desimal dengan bilangan biner.

Bilangan biner di atas disajikan dalam jumlah digit yang berbeda, yaitu digit aslinya sesuai dengan urutanya, dan cara penulisan dalam 7 digit. Tampak bahwa penulisan bilangan biner dalam 7 digit seperti disajikan di atas dapat dilakukan dengan cara menambahkan bilangan 0 di depan deretan angka yang ada sehingga jumlah digit totalnya menjadi 7 buah. Misalnya, bilangan biner 10100, bila ingin disajikan 7 digit, tambahan dua buah bilangan 0 di depan deretan bialnagn ini, sehingga nilainya 0010100. Jika menginginkan penulisan nilangan biner lebih dari tujuh digit, tambahkan bilangan 0 lagi hingga jumlahnya digitnya sesuai dengan yang diinginkan.



2. Konversi bilangan biner ke desimal

Kadang – kadang seseorang kesulitan melihat atau membayangkan nilai bilangan biner. Hal ini wajar, karena umunya semua orang terbiasa dengan nilai bilangan desimal, bukan bilangan biner. Nilai bilangan biner ini bisa dikonversikan ke bilangan desimal seperti yang telah disajikanpada tabel terdahulu. Dibawah ini disajikan cara mengkonversi angka biner ke desimal. Namun, untuk memudahkan pemahamanya, perhatikan dahulu contoh bilanagn desimal berikut ini.


Jika bilangan desimal menggunakan angka dasar kelipatan 10, maka angka biner menggunakan angka kelipatan 2.
Angka dasar kelipatan desimal :10°, 10¹, 10², 10³, .......dst
atau : 1, 10, 100 , 1000, .......dst

Angka dasar kelipatan desimal : 2°, 2¹, 2², 2³, .......dst
Atau : 1, 2, 4, 8, .......dst


KARAKTER

Karakter adalah definisi bilangan yang berupa huruf, tanda baca, angka dan lainya. Jadi 1 karakter, baik berupa huruf, angka, tanda baca, dan lain-lain sama dengan 1 byte. Jika 2 karakter huruf, angka dan sebagainya maka sama dengan 2 byte dan seterusnya. Misalkan ‘Saya makan 2 pisang.’ maka kalimat tersebut terdiri dari 20 karakter. Kalimat tersebut terdiri dari S – A – Y –A – (space bar / spasi ) - M – A – K – A – N - (space bar / spasi ) – 2 - (space bar / spasi ) – P – I – S – A – N – G – (dan tanda baca titik.), Jadi kalimat tersebut trdiri 20 karakter atau sama dengan 20 byte.


1 karakter = 1 byte
1 Kb = 1024 byte
1 Mb = 1024 × 1024 byte
1 Gb = 1024 × 1024 × 1024 byte

Kode Standar Amerika untuk Pertukaran Informasi atau ASCII (American Standard Code for Information Interchange) merupakan suatu standar internasional dalam kode huruf dan simbol seperti Hex dan Unicode tetapi ASCII lebih bersifat universal, contohnya 124 adalah untuk karakter "|". Ia selalu digunakan oleh komputer dan alat komunikasi lain untuk menunjukkan teks. Kode ASCII sebenarnya memiliki komposisi bilangan biner sebanyak 7 bit. Namun, ASCII disimpan sebagai sandi 8 bit dengan menambakan satu angka 0 sebagai bit significant paling tinggi. Bit tambahan ini sering digunakan untuk uji prioritas. Karakter control pada ASCII dibedakan menjadi 5 kelompok sesuai dengan penggunaan yaitu berturut-turut meliputi logical communication, Device control, Information separator, Code extention, dan physical communication. Code ASCII ini banyak dijumpai pada papan ketik (keyboard) computer atau instrument-instrument digital.

Jumlah kode ASCII adalah 255 kode. Kode ASCII 0..127 merupakan kode ASCII untuk manipulasi teks; sedangkan kode ASCII 128..255 merupakan kode ASCII untuk manipulasi grafik. Kode ASCII sendiri dapat dikelompokkan lagi kedalam beberapa bagian:


• Kode yang tidak terlihat simbolnya seperti Kode 10(Line Feed), 13(Carriage Return), 8(Tab), 32(Space)
• Kode yang terlihat simbolnya seperti abjad (A..Z), numerik (0..9), karakter khusus (~!@#$%^&*()_+?:”{})
• Kode yang tidak ada di keyboard namun dapat ditampilkan. Kode ini umumnya untuk kode-kode grafik.

Dalam pengkodean kode ASCII memanfaatkan 8 bit. Pada saat ini kode ASCII telah tergantikan oleh kode UNICODE (Universal Code). UNICODE dalam pengkodeannya memanfaatkan 16 bit sehingga memungkinkan untuk menyimpan kode-kode lainnya seperti kode bahasa Jepang, Cina, Thailand dan sebagainya. Pada papan keyboard, aktifkan numlock (tidak terdapat pada laptop), tekan tombol ALT secara bersamaan dengan kode karakter maka akan dihasilkan karakter tertentu. Misalnya: ALT + 44 maka akan muncul karakter koma (,). Mengetahui kode-kode ASCII sangat bermanfaat misalnya untuk membuat karakter-karakter tertentu yang tidak ada di keyboard.



Jadi untuk membentuk satu karakter,di butuhkan 8 bit. 8 bit itu sendiri berasal dari kode – kodeASCII. Lihat kolom biner di atas.


Misal: Huruf ‘ I ‘ kapital kodenya adalah 01001001.

Dalam komputer.Untuk mengirimkan data di simbolkan dengan angka biner yaitu 0 dan 1. 0 menyimbolkan tegangan lemah, yaitu tegangan antara 0 Volt sampai 0,8 volt dan angak 1 menyimbolkan teagangan tinggi, yaitu tgangan antara 2,5 Volt sampai 5,5 Volt. Jadi untuk membuat karakter hufur ‘ I ‘ dibutuhkan 8 kabel. Dan masing- masing kabel tersebut diberi voltase. Dalam kabel 1 diberi tegangan lemah, yaitu 0 volt sampai 0,8 Volt yang disimbolkan dalam angka biner 0. Dalam kabel 2 diberi tegangantinggih, yaitu 2,5 volt sampai 05,5 Volt yang disimbolkan dalam angka biner 1. Dan seterusnya sampai kabel ke-8. Signal tersebut di kirim secara bersamaan melewati 8 kabel. dan nanti akan membentuk karakter yang di inginkan setelah signal – signa tersebut sampai di tempat yang ditujuh. Kenapa 1 byter sama dengan 8 bit . Dalam contoh di atas sudah jelas, bahwa untuk membentuk satu karakter harus dibutuhakn 8 kode. Dan kode tersebut ditransmisikan melewati 8 kabel / 8 jalur.


1 karakter = 1 byte = 8 bit.
1 karakter = 1 byte
1 Kb = 1024 byte
1 Mb = 1024 × 1024 byte
1 Gb = 1024 × 1024 × 1024 byte

Bit merujuk pada sebuah digit dalam sistem angka biner (basis 2). Digit biner hampir selalu digunakan sebagai satuan terkecil dalam penyimpanan dan komunikasi informasi di dalam teori komputasi dan informasi digital. Teori informasi juga sering menggunakan digit natural, disebut nit atau nat. Sementara, komputasi kuantum menggunakan satuan qubit, sebuah potongan informasi dengan kemungkinan informasi tersebut bernilai benar. Byte adalah sebuah kumpulan bit. Saat pertama kali digunakan, byte mempunya panjang yang tidak tetap. Sekarang, byte umumnya mempunyai panjang sebesar delapan bit. Byte yang mempunyai panjang delapan bit juga dikenal sebagai octet. Sebuah byte bisa mempunyai 256 nilai yang berbeda (28 nilai, 0–255). Nilai sebesar empat bit disebut juga nibble, dan bisa mempunyai 16 nilai yang berbeda (24 nilai, 0–15).

Istilah untuk jumlah bit yang lebih besar dapat dibentuk dengan menggunakan imbuhan yang standar, sebagai contoh kilobit (kbit, Kb, atau ribu bit), megabit (Mbit, Mb, atau juta bit), gigabit (Gbit, Gb, atau milyar bit), dan terabit (Tbit, Tb, atau trilyun bit). Kerancuan masih sering terjadi dalam penggunaan satuan-satuan ini dan singkatannya. Beberapa instruksi komputer (seperti xor) bekerja dengan memanipulasi bit secara langsung. Kecepatan transfer data dalam telekomunikasi atau jaringan komputer biasanya menggunakan istilah bit per detik (bit per second atau bps), dan dalam satuan yang lebih modern digunakan satuan kilobit per detik (kilobit per second atau kbps), contohnya koneksi Internet (TelkomNet Instan = 56 Kbps, dan Speedy = 384 Kbps), dan yang lebih canggih lagi adalah megabit per detik (megabit per second atau Mbps), koneksi berkecepatan ini misalnya koneksi LAN (kecepatan 10 Mbps/100 Mbps).

Pustaka dari : www.asciitable.com

0 comments:

Post a Comment

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | JCPenney Coupons