Wednesday, October 9, 2013

Kompatibilitas motherboard dengan case.

Post : 9 Oktober 2013


Kompatibilitas motherboard dengan case.

Dalam lingkup perangkat keras PC, istilah form faktor tidak hanya digunakan pada motherboard. Istilah ini juga digunakan pada case dan PSU. Form factor case dan PSU ini tentu mengikuti form factor motherboardnya. Misalnya, case yang menggunakan form factor ATX disediakan untuk tempat pemasangan motherboard ATX dan PSU ATX. Begitu juga case miniATX, disediakan untuk tempat pemasangan motherboard miniATX.

Motherboard yang menggunakan form factor ATX standar tidak kompatibel dengan case miniATX. Prinsipnya, motherboard yang desain form factornya berukuran lebih besar, tidak kompatibel dengan case yang didesain untuk motherboard yang ukuran form factornya lebih kecil. Bila pemasangannya dipaksakan, dapat menimbulkan masalah-masalah baru, walaupun secara fisik kadang-kadang memang bisa dipasangkan. Masalah-masalah tersebut misalnya, sirkulasi udara di dalam case tidak dapat berjalan lancar, akibatnya udara akan menjadi cepat panas, sehingga dapat mempengaruhi komponen-komponen yang terpasang di dalam case dan mempengaruhi (memperlambat) kinerja PC, bahkan dapat mengakibatkan PC ngadat, seperti hang atau restart sendiri, atau gejala-gejala tidak beres lainnya. Selain itu, panasnya udara di dalam case dapat memperpendek usia komponen-komponen tertentu yang terpasang di dalam case.

Sebaliknya, motherboard yang form factornya lebih kecil, tetap kompatibel dipasangkan pada case yang didesain untuk motherboard yang form factor lebih besar. Misalnya, motherboard yang menggunakan form factor miniATX atau microATX, kompatibel dipasangkan pada case yang menggunakan form factor ATX standar.

Kompatibilitas motherboard dengan PSU

Terdapat berbagai jenis PSU (Power Supply Unit) yang beredar di pasaran sekarang ini. PSU ini berfungsi untuk mensuplai daya (listrik) ke berbagai komponen/perangkat yang terpasang di dalam case PC agar PC tersebut dapat beroperasi seperti yang dikehendaki. Setiap motherboard umumnya didesain hanya kompatibel dipasangkan dengan tipe PSU tertentu. Tidak semua PSU bisa dipasangkan padanya. PSU yang kompatibel dipasangkan pada suatu PC bergantung pada beberapa hal, antara lain:


• Form factor case yang digunakan
• Form factor motherboard yang digunakan
• Besarnya daya yang dibutuhkan oleh PC
• Desain distribusi daya pada PSU (versi PSU pada setiap jenis form factor)
• Jenis dan jumlah periferal/perangkat yang terpasang di dalam case
• Dan lain-lainnya.


Sebagai contoh, motherboard yang menggunakan form factor ATX tidak kompatibel dengan PSU WTX (PSU yang didesain untuk digunakan pada motherboard WTX), karena secara elektronis, urutan/susunan kabel yang disalurkan ke konektor tidak sama, walaupun jumlah pinnya sama. Begitu juga sebaliknya, motherboard yang menggunakan form factor WTX tidak kompatibel dengan PSU ATX. Jika dipaksakan dapat menimbulkan kerusakan pada motherboard.

Jika menggunakan motherboard ATX, sebaiknya juga menggunakan PSU ATX. Sedangkan motherboard WTX sebaiknya menggunakan PSU WTX. Namun, perlu diketahui pula bahwa beberapa form factor motherboard didesain kompatibel dengan PSU yang sama. Misalnya, motherboard-motherboard yang menggunakan form factor varian ATX, seperti miniATX, microATX, BTX, dan beberapa lainnya tetap kompatibel dengan PSU ATX.

Besarnya daya yang mungkin diperlukan oleh motherboard untuk mendukung semua komponen/periferal yang terpasang/terhubung padanya juga menjadi bagian dan faktor penting dalam menentukan kompatibilitas motherboard dengan PSU. Motherboard-motherboard untuk sistem high-end yang menggunakan kartu grafis dan mikroprosesor high-end haus daya, tentu memerlukan PSU berkapasitas daya yang besar agar PC dapat beroperasi sebagaimana mestinya. Jika terjadi kekurangan daya karena menggunakan PSU yang kemampuan suplai dayanya kecil, dapat mengakibatkan PC tidak dapat beroperasi normal, misalnya sering me-restart sendiri ketika sedang digunakan untuk aplikasi berat atau permasalahan-permasalahan lainnya.

Hal lain yang perlu diperhatikan berkaitan dengan kemampuan suplai daya PSU ke PC, khusus ke motherboard, adalah distribusi daya pada jalur-jalur kabelnya (rail-railnya). Seringkali terjadi sebuah PC tetap kekurangan daya (sering me-restart sendiri) walaupun telah menggunakan PSU yang total kapasitas suplai dayanya telah ditingkatkan menjadi lebih besar. Permasalahan ini timbul karena distribusi daya pada setiap railnya (pada PSU) yang tidak sesuai dengan yang dibutuhkan oleh motherboard. Yang dimaksudkan di sini adalah besarnya daya yang disalurkan pada setiap jalur kabelnya (kabel kuning, merah, orange, atau lainnya) ada yang kurang mencukupi (terlalu rendah). Oleh karena itu, dalam pemilihan PSU yang tepat, selain mempertimbangkan total kapasitas daya outputnya, sebaiknya juga mempertimbangkan distribusi daya pada setiap railnya (jalur kabelnya).

Perlu diketahui bahwa pada form factor tertentu, distribusi daya pada setiap versi PSU belum tentu sama, seringkali berbeda. Apalagi bila pabrik/perusahaan pembuatnya juga berbeda. Misalnya PSU ATX12V versi 2.1 mungkin distribusi dayanya berbeda dengan PSU ATX12V versi 3.3. Perbedaan ini juga bergantung pada besarnya ouput daya maksimum yang dikeluarkan oleh PSU dan produsen pembuatnya.



Kompatibilitas Case dengan PSU

Case tipe lama, seperti case yang menggunakan form factor AT tidak sesuai dipasangkan dengan PSU tipe baru. Desain keduanya berbeda. Begitu juga sebaliknya, case ATX tidak sesuai dengan PSU AT. Bila dipaksakan, harus melakukan perbaikan/modifikasi pada beberapa bagian case, misalnya sistem tombol-tombolnya (on/off, reset, dan sejenisnya), desain pada bagian back panel, dan lain-lainnya. Selain factor elektrisnya (berkaitan dengan aliran listriknya), seringkali bentuk atau ukuran PSU juga berbeda antara form factor satu dengan lainnya. Hal ini juga menjadi penyebab ketidak kompatibelan tadi, dapat dikatakan tidak kompatibel secara fisik dalam hal bentuk dan dimensi. Sebagai contoh, PSU yang menggunakan form factor SFX, tidak cocok dipasangkan pada case ATX, karena ukuran PSU SFX terlalu kecil untuk dipasangkan pada case berdesain ATX, walaupun secara elektris PSU ATX versi awal (20 pin) sama dengan PSU SFX.



Komputer faktor bentuk

Dalam komputasi, faktor bentuk adalah spesifikasi motherboard - dimensi, jenis power supply, lokasi lubang pemasangan, jumlah port pada panel belakang, dll Secara khusus, dalam industri PC IBM kompatibel, faktor bentuk standar memastikan bahwa bagian-bagian dipertukarkan di seluruh vendor bersaing dan generasi teknologi, sedangkan dalam komputasi enterprise, faktor bentuk memastikan bahwa modul server masuk ke dalam sistem rackmount yang ada. Secara tradisional, spesifikasi yang paling penting adalah untuk itu dari motherboard, yang umumnya menentukan ukuran keseluruhan kasus. Faktor bentuk yang kecil telah dikembangkan dan diimplementasikan, namun pengurangan lebih lanjut dalam ukuran keseluruhan terhambat oleh teknologi power supply saat ini.

Sekilas faktor bentuk

Pictorial perbandingan beberapa faktor bentuk komputer umum. Sebuah motherboard PC adalah papan sirkuit utama dalam desktop komputer laptop biasa, atau server. Fungsi utamanya adalah sebagai berikut:

Untuk melayani sebagai tulang punggung sentral yang semua bagian modular lain seperti CPU, RAM, dan hard drive dapat dilampirkan sebagai diperlukan
untuk membuat sebuah komputer modern
Untuk menerima (pada motherboard banyak) komponen yang berbeda (dalam CPU tertentu dan kartu ekspansi) untuk tujuan kustomisasi
Untuk mendistribusikan kekuatan untuk komponen PC
Untuk elektronik mengkoordinasikan dan antarmuka pengoperasian komponen

Sebagai generasi baru dari komponen telah dikembangkan, standar motherboard telah diubah juga, misalnya, dengan AGP diperkenalkan, dan baru-baru PCI Express. Namun, ukuran standar dan tata letak motherboard telah berubah jauh lebih lambat, dan dikendalikan oleh standar mereka sendiri. Daftar komponen motherboard harus termasuk perubahan jauh lebih lambat dari komponen sendiri. Misalnya, utara jembatan controller telah berubah berkali-kali sejak diperkenalkan, dengan banyak produsen membawa keluar versi mereka sendiri, tetapi dalam hal standar faktor bentuk, persyaratan untuk memungkinkan suatu jembatan utara tetap cukup statis selama bertahun-tahun.

Meskipun proses yang lebih lambat, faktor bentuk yang berkembang secara teratur dalam menanggapi tuntutan perubahan. Standar PC asli (AT) digantikan pada tahun 1995 oleh standar industri saat ATX, yang masih menentukan ukuran dan desain motherboard di PC paling modern. Update terbaru dengan standar ATX dirilis pada tahun 2007. Sebuah standar berbeda oleh produsen chipset VIA EPIA disebut (juga dikenal sebagai ITX, dan tidak menjadi bingung dengan EPIC) didasarkan pada faktor bentuk yang lebih kecil dan standar sendiri.

Perbedaan antara faktor bentuk yang paling jelas dalam hal sektor pasar yang dimaksudkan, dan melibatkan variasi dalam ukuran, kompromi desain dan fitur khas. Sebagian besar komputer modern memiliki persyaratan yang sangat mirip, sehingga membentuk perbedaan faktor cenderung didasarkan pada subset dan superset ini. Sebagai contoh, sebuah komputer desktop mungkin memerlukan soket lebih untuk fleksibilitas maksimal dan konektor opsional banyak dan fitur lain di kapal, sedangkan komputer yang akan digunakan dalam sistem multimedia mungkin perlu dioptimalkan untuk panas dan ukuran, dengan tambahan plug-in kartu yang kurang umum. Motherboard terkecil dapat mengorbankan fleksibilitas CPU yang mendukung pilihan produsen tetap itu.



Pustaka dari :ww.id.wiki.org

0 comments:

Post a Comment

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | JCPenney Coupons